Rakyat Filipina bantah undang-undang anti-keganasan

Ratusan penunjuk perasaan berarak mengadakan protes menentang undang-undang anti-keganasan baharu dan pelbagai isu lain pada Isnin di Manila.

Penunjuk perasaan berhimpun bagi menyatakan bantahan terhadap kenyataan oleh Presiden Filipina, Rodrigo Duterte pada Isnin, 27 Julai 2020 di Metro Manila. -AP | Astro Awani
filipina, tunjuk perasaan, covid-19

filipina, tunjuk perasaan, covid-19

Penunjuk perasaan berhimpun bagi menyatakan bantahan terhadap kenyataan oleh Presiden Filipina, Rodrigo Duterte pada Isnin, 27 Julai 2020 di Metro Manila. -AP

filipina, tunjuk perasaan, covid-19

filipina, tunjuk perasaan, covid-19

Ratusan penunjuk perasaan berarak mengadakan protes menentang undang-undang anti-keganasan baharu dan pelbagai isu lain pada Isnin di ibu negara Filipina.

filipina, tunjuk perasaan, covid-19

filipina, tunjuk perasaan, covid-19

Petugas perubatan menyertai tunjuk perasaan meskipun terdapat ancaman polis terhadap penangkapan menjelang ucapan tahunan negara itu.

filipina, tunjuk perasaan, covid-19

filipina, tunjuk perasaan, covid-19

Penunjuk perasaan mendakwa pemerintah menggunakan krisis kesihatan sebagai alasan untuk menutup kritikan terhadap kerajaan termasuk isu menangani pandemik tersebut.

filipina, tunjuk perasaan, covid-19

filipina, tunjuk perasaan, covid-19

Pihak berkuasa sebelum ini melarang perhimpunan awam lebih dari 10 orang di bawah larangan sekatan kuarantin akibat COVID-19.

filipina, tunjuk perasaan, covid-19

filipina, tunjuk perasaan, covid-19

Anggota polis mengadakan sekatan di laluan masuk ke Dewan Perwakilan di mana Duterte dijangka membuat pengumuman pada Isnin, 27 Julai 2020 di Metro Manila.

filipina, tunjuk perasaan, covid-19

filipina, tunjuk perasaan, covid-19

Anggota polis memakai pelitup muka ketika melakukan sekatan di hadapan laluan masuk ke Dewan Perwakilan di Metro Manila.

filipina, tunjuk perasaan, covid-19

filipina, tunjuk perasaan, covid-19

Seorang penunjuk perasaan mengangkat tangan ketika tunjuk perasaan menentang kenyataan oleh Presiden Filipina Rodrigo Duterte pada Isnin, 27 Julai 2020 di Metro Manila.